Pages

Wednesday, March 14, 2012

Sekolah dengan seribu kepalsuan

Sekolah dengan tujuannya menjadi tempat bagi mereka yang ingin berkiprah di bidang pendidikan masih banyak dimasuki oleh mereka yang tidak benar. Tujuan mereka masuk saja sudah salah. Cara mereka mereka masuk ke lingkungan sekolah juga keliru. Sekolah sebagai ajang kepalsuan hidup. Mengapa bisa terjadi?

Didiklah anak-anakmu dengan pendidikan yang cukup, sebab mereka akan menjalani hidup yang berbeda dengan masamu. Anak-anak sekarang adalah pemimpin di masa datang. Sebuah intisari pendidikan yang pernah masuk dalam pemikiran semua insan pendidikan. Sekolah adalah tempat untuk mempersiapkan perjalanan panjang yang akan dijalani generasi muda.

Banyak orang tidak mengerti bagaimana caranya mendidik dan menyelenggarakan pendidikan. Mereka hanya berpikiran impulsif, dengan kepentingan sesaat dan tidak terkait dengan kepentingan anak didik. Pemikiran mereka berhenti dalam posisi bagaimana tugas selesai. Mereka bahkan tidak mendidik diri sendiri bagaimana caranya bersabar untuk terus mengevaluasi aktivitas mereka di sekolah. Mereka adalah pendidik yang sudah lupa diri untuk tidak mendidik diri sendiri. Bagaimana program pendidikan bisa memberi arti?

Kalau sikap pendidik tidak tulus dalam menjalankan tugasnya, mereka hanya berharap akan mendapatkan imbalan dari pekerjaannya. Mereka mengharapkan dunianya penuh dengan kesejahteraan. Sekolah telah menjadi lahan bisnis yang nyata.